Terkait Pemberitaan Ketua Komisi I DPRD Lingga Aktivitas PT.CPM Bikin Resah Warga.Perangkat Desa Beserta Masyarakat Angkat Angkat Bicara.

Lingga. Berawal dari pemberitaan di beberapa media online yang menerbitkan brita tentang PT CPM yang beraktifitas penambangan di perairan laut pulau pekajang yang di lontarkan ketua komisi I DPRD Lingga Roni kurniawan yang menyebutkan” Perusahaan pertambangan timah PT Cipta Persada Mulia (CPM) disebut telah melakukan “perampokan” biji timah di perairan Pulau Pekajang.

Ketua Komisi I DPRD Lingga Roni Kurniawan juga menyebutkan ” Masyarakat sudah resah, karena tidak mendapatkan manfaat dari aktivitas tersebut.Salah satu alasan nya mata pencaharian masyarakat sebagai nelayan jelas terganggu,” Sedemikian yang di sampaikan Roni kurniawan”. Selasa ( 22/ 9/ 2020 ) di beberapa media online yang memberitakan terkait tambang yang beroperasi tersebut.

Pernyataan terakhir ini mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat desa pekajang dan aparatur desa pekajang.

Majid ( 67 ) warga pekajang Menyampaikan “kehadiran perusahaan Tambang timah laut tersebut yang di kelola oleh PT CPM ( cipta persada mulia ) itu sangat bermanfaat bagi masyarakat desa pekajang.

Bahkan banyak sudah yang di berikan pihak PT. CPM kepada masyarakat dan semua masyarakat Pekajang menikmatinya”.ungkap Majid salah satu perwakilan masyarakat Pekajang beliau juga Mantan pekerja PT RITIN ( riau tin mining ) dahulu.

Di waktu yang sama pernyataan yang sama di perkuat pula oleh zulhiduwan selaku sekdes desa pekajang juga menyampaikan dengan nada yang serupa bahwa masyarakat setempat sangat menikmati kehadiran PT CPM tersebut.

Lanjut sekdes,Salah satu nya sperti Transportasi laut bagi masyarakat baik yang di butuhkan secara dadakan
sperti,saat ada warga yang sakit mendadak ataupun warga yang mau bepergian ke ibukota kecamatan,itu dilayani oleh pihak perusahaan tampa di pungut biaya sepesir pun.ungkap sekdes

Sekdes pulau Pekajang tersebut juga menambahkan “Juga ada perhatian lainnya yang di berikan oleh pihak pt CPM kepada masyarakat,sperti pengadaan dan pemasangan meteran kwh listrik 133 rumah,dan juga tidak hanya di situ dalam waktu dekat ini masyarakat akan mendapat pembagian alat tangkap Nelayan ( bubu ).

Ini semua sesuai keinginan masyarakat yang bergantung hidup di sebagai Nelayan jadi Intinya kehadiran PT.CPM sangat membantu Masyarakat dan menambah dari prekonomian masyarakat dan Bahkan keberadaan PT.CPM juga ada memberdayakan masyarakat tempatan sebagai pekerjanya tersebut.ucap sekdes

Lanjut sekdes,Masyarakat mendapat konvensasi bagi hasil dari hasil tambang PT.CPM dan hasil ini di bagi rata sesuai KK yang ada.selama ini setiap keinginan yang di ajukan masyarakat itu tetap terpenuhi oleh pihak PT.CPM dan bahkan pihak perusahaan juga memperhatikan masyarakat pada setiap moment tertentu, intinya kami merasa terbantukan sejak kehadiran PT.CPM di Desa kami.tutup sekdes

Iwan saat di jumpai Awak media di Dabo Singkep pada tgl.24/09/2020 menyampaikan,kami sangat menyanyangkan apa yang telah di katakan oleh Ketua Komisi I DPRD Lingga Roni Kurniawan,yang tidak sesuai hasil di lapangan seperti yang di sampaikan nya Masyarakat sudah resah, karena tidak mendapatkan manfaat dari Aktivitas Tambang yang beda di pulau pekajang tersebut pencaharian masyarakat sebagai Nelayan jelas terganggu.

Untuk di ketahui pekerjaan Nelayan di Desa pekajang tidak ada Nelayan jaring tebar namun hanya Nelayan bubu dan Nelayan pancing.

Di katakannya lagi, dengan adanya pernyataan ketua komisi I DPRD Lingga, kami sudah membuat surat pernyataan menolak akan apa yang telah di ucapakan Roni Kurniawan selaku DPRD Lingga,juga di tanda tangani semua perangkat desa mulai dari Kades,dan BPD hingga ke RW dan RT dengan isi surat pernyataan tersebut.

Perihal:Isi surat tersebut Pernyataan dari masyarakat Desa pekajang.
Kami atas nama pemerintah Desa pekajang.
Mengkleim atas tuduhan perampokan pasir timah di perairan desa pekajang kecamatan lingga kabupaten lingga provinsi kepri.

Seperti mana yang di tuduh ke PT CPM (Cipta persada mulya) sesungguhnya telah sesuai dengan sk bupati no. 140/ kpts/IV/2014.tgl sk.11 april 2014.lokasi penambangan di perairan pulau cebia Desa pekajang kecamatan Daek lingga dengan luas lokasi 4200 ha.

Maka dengan ini tuduhan dengan kata perampokan”, itu tidak benar dan apa lagi mengatas namakan masyarakat pekajang beliau tidak berdomisili di daerah pekajang. Seperti itu isi surat pernyataannya yang kami layangkan kepada ketua komisi I DPRD Lingga kami dari Masyarakat Desa pekajang berharap sekali agar bapak bisa datang ke desa kami untuk melihat dan mendengar lansung dari masyarakat pekajang yang berdomisili di desa pekajang”.tutup iwan

Sumber:Mardian
Editor:Encek Taufik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *