Sikap Kesatria Mahmudin Patut Ditiru, Pilkakon Harus Demokrasi

Rantau Tijang, Lintastoday.com—Sehubungan dengan terbitnya peraturan pemerintah Menteri Dalam Negeri, M. Tito Karnavian, tertanggal 10 Agustus 2020 menghimbauan bahwa penundaan pemilihan kepala daerah, Gubernur, Walikota, Bupati dan kepala desa, akan dilaksanakan pemilihan kepala daerah 9 Desember 2020.

Pemilihan kepala daerah sesuai mekanisme dan undang-undang yang berlaku dan sudah ditentukan oleh Kementerian Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Menurut keterangan Mahmudin, kasie pemerintahan Rantau Tijang untuk Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) serentak di Kabupaten Pringsewu akan digelar di Kecamatan Pardasuka Pekon Rantau Tijang tahun 2021 memdatang, Sabtu (22/08/2020).

Informasi dilapangan kepada media Lintastoday.com, berdasarkan data yang diterima dari panitia pendaftaran berjumlah 6 orang bakal calon pilkakon yang ikut mendaftar, di pekon Rantau Tijang

Namun jumlah itu lebih dari 5 calon, dan harus digelar seleksi atau Tes tertulis dari panitia kabupaten Pringsewu.

Salah satu peserta dari 6 bakal calon yang mendaftarkan diri sebut saja Mahmudin, yang mengambil sikap tegas dan kesatriannya atas pengunduran diri sebagai bakal calon kepala pekon Rantau Tijang.

Lanjut Mahmudin, atas pengunduran diri saya sudah tepat, karena Pilkakon tabun 2021 mendatang, harus aman, tenang dan demokrasi, tidak ada anarkis, terangnya.

Semua pasti sepakat bahwa pelaksanaan Pilkakon Serentak 2021 harus benar-benar berkualitas.Tak hanya itu, seluruh elemen masyarakat dituntut dapat menunjukkan sikap dewasanya dalam berdemokrasi agar Pilkakon menjadi pertunjukan yang menarik dinikmati serta setiap potensi gesekan dapat dieliminir.

Tak dipungkiri, Pilkakon dan Pilkades memiliki kompleksitas kerawanan dan karakteristik yang khas dibanding Pilkada dan Pemilu. Sebab didalamnya akan saling berhadapan para pihak yang seumur hidupnya guyub di dalam keluarga, bertetangga dan bermasyarakat.

Prosesnya akan melibatkan latar belakang struktur sosial, ekonomi, kultural, bahkan ideologi. Namun inilah tantangannya, bagaimana mendorong kontestasi demokrasi di level basis secara berkualitas tanpa adanya kecurangan serta gesekan-gesekan yang dapat memicu lahirnya potensi kerawanan.

Siapapun nantinya yang akan terpilih dan menjadi kepala pekon, saya pribadi siap membantu memajukan dan mensejahterakan pekon Rantau Tijang kita ini, supaya pekon ini menjadi Mandiri, ujar Mahmudin.(Asep/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *