PIMPINAN BAWASLU KABUPATEN TOLITOLI, RUSTAM DATUAMAS HADIRI SOSIALISASI PKPU NOMOR 5 TAHUN 2020

TOLITOLI – Lintastoday.com  – Pimpinan Bawaslu Kabupaten Tolitoli Rustam Datuamas siang tadi menghadiri Sosialisasi PKPU 5 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Wali Kota.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pimpinan Partai Politik Se- Kabupaten Tolitoli. (Jumat,26/6)

Hadir Sebagai Pembicara dalam Kegiatan ini Sahran Raden Anggota KPU Provinsi Sulawesi Tengah Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM melalui Video Conference via Aplikasi Zoom Meeting di Sekretariat KPU Kabupaten Tolitoli.

Dalam Kesempatan itu,   Sahran Raden menuturkan bahwa metode kampanye rapat umum pada pemilihan Serentak Tahun 2020 itu hanya bisa dilakukan secara dalam jaringan (daring), jika dilakukan kampanye tatap muka maksimal peserta berjumlah dua puluh orang, namun jika dilakukan di dalam ruangan atau gedung maka hanya bisa digunakan 50% dari kapasitas ruangan.

Dalam Pelaksanaan Tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2020 yang berbeda dari pesta demokrasi sebelumnya, Bawaslu Kabupaten Tolitoli berupaya untuk turut andil dalam kesuksesan setiap tahapannya. Tentu saja ini menjadi bagian dari sejarah pemilihan pertama kali ditengah mewabahnya pandemic di Indonesia.

Sesuai dengan Surat Edaran nomor 20 Tahun 2020, Semua Tahapan yang dilaksanakan harus sesuai dengan standar protocol kesehatan. Untuk itu, semua pihak harus bekerjasama dalam berlangsungnya demokrasi yang baik.

Keputusan KPU untuk melanjutkan kembali tahapan Pilkada ditengah mewabahnya virus corona ini tentu saja melahirkan banyak metode baru dalam setiap tahapan. Karena penerapan protocol kesehatan yang ada berlaku tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga penyelenggara dan peserta dalam pemilihan.

Hal ini menjadi komitmen bersama ditengah puncak pandemic, namun kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah yang utama.

(Bidhumas/Umar Alamrie)

Editor : Irfan Pontoh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *