PILKADA SIGI : KEMANA PSI BERLABUH, IRWAN ATAU HUSEN ? BRO YL : TUNGGU, YAA MINGGU DEPAN !!!

LINTASTODAY.COM, PALU -Pekan ini,  Base Camp DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI)  Sulteng  dikunjungi dua bakal calon Bupati Kabupaten Sigi,  yang diprediksi bakal bersaing  ketat.

Sebelumnya, Bacabup  Sigi Petahana Moh.Irwan Lapata datang silahturahmi pada rabu (17/6/2020). Menyusul kemudian pada jumat (19/6/2020) Bacabup Sigi H.Husen Habibu juga datang silahturahmi ke base camp DPW PSI Sulteng di jln. Dr. Wahidin Palu.

Berikut laporan lengkap saat bacabup Sigi H. Husen Habibu berkunjung ke markas PSI Sulteng. Bada’ Ashar, jumat sore kemarin (19/6/2020) Bakal Calon Bupati Sigi H.Husen Habibu memenuhi janjinya bersilahturahmi dengan jajaran pengurus DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sulawesi Tengah.

Saat menginjakkan kakinya di base camp DPW PSI Sulteng di jln Dr. Wahidin Kota Palu itu, nampak Bacabup Sigi yang telah diusung oleh Partai Gerindra dan Partai Nasdem itu, dengan senyum khasnya yang sejuk menyapa jajaran pengurus PSI yang juga menyambutnya dengan hangat.

“Saya menyapanya, selamat datang sang petarung kataku, responnya tak kalah sigap, saya kan belajar dari Dinda Bro Yusuf, lalu kami tertawa bersama,” ujar Yusuf yang akrab dengan panggilan bro YL itu

Dalam pertemuan itu, bro YL mengawali dengan mengatakan, begitulah kehidupan, dalam perang orang mati sekali tapi dalam politik orang bisa mati berkali-kali.

Pemantauan media ini, dalam pertemuan itu bro YL didampingi oleh sejumlah pengurus dan kader PSI, diantaranya ada Bro Jaya Ketua DPW dan Bro Rudi Oscar, Bro Yo, Bro Nawir, Bro Naldi dan beberapa Bro dari Sigi.

Diawal pertemuan itulah, kata Bro YL, pihaknya berupaya secara langsung menelisik rekam jejak Bacabup Sigi itu.

“Neparuru kita kan nggaulu pernah najadi Sekjen Alkhairaat tanya saya dengan bahasa Kaili,”

Beliau menjawab, Dinda Bro.. yaku ini jadi Sekjen Alkhairaat itu perlu komiu tau umur 28 thn mulai thn 1986 dan menjabat selama 6 thn” ungkap H.Husen Habibu, yang oleh bro YL direspon dengan kalimat, “Wow da namuda ntoto,”.
Disitu selanjutnya terungkap kalo sosok H. Husen Habibu pada umur 31 tahun sudah diberi kepercayaan sebagai Ketua PWNU Sulawesi Tengah, dan setelahnya diangkat sebagai Rais Syuriah NU.
“Wah, itukan struktur tertinggi dalam kepemimpinan NU yg di tempati oleh Kiai-Kiai yg punya keilmuan dan wibawa besar, bahkan awal-awal NU, Rais Syuriah ini di sebut Rais Akbar. Berarti Kaka Bro Husen Habibu sudah pantas juga di sebut Kiai kata bro YL dalam pertemuan itu.

Pertemuan yang berlangsung santai dan kerap diwarnai canda itu, kemudian lanjut dengan pernyataan H. Husen Habibu, “Alhamdulillah saya sekarang juga diberi amanah sebagai Imam besar Masjid Raya Lolu, selain juga sebagai Ketua Dewan Adat Kabupaten Sigi.

Menurut bro YL, secara pribadi dirinya menilai sosok H.Husen Habibu, sudah cukup paripurna sebagai calon pemimpin daerah, “Ini bukan bakal calon Bupati kaleng-kaleng, ngerti agama, ngerti adat, ngerti pemerintahan dan birokrasi, sepertinya sosok beliau paket komplit,” nilai bro YL.

Terkait programnya kedepan, H. Husen Habibu dalam pertemuan itu mengatakan, Kabupaten Sigi walaupun tidak ada potensi nikel seperti Morowali, tapi tanah di Sigi subur, itu adalah anugerah.

“Orang di Palu itu selama ini hidup dari hasil pertanian para petani Sigi. Pertanian dan perkebunan adalah Soko guru ekonomi masyarakat di Sigi. Pemerintahan kami kelak akan menjadikan talas Jepang, kelor dan jagung mesi (merah sigi-red) sebagai komoditas unggulan,” ungkap bro YL mengutip penjelesan H. Husenn Habibu.

Terungkap pula lewat penjelasan H. Husen Habibu, dulu varietas jagung merah itu masih ada tapi sekarang tidak diurus lagi.

Lanjut diuraikan H.Husen Habibu, program budidaya ikan air tawar akan dimaksimalkan,” budi daya ikan danau dan ikan kolam air deras, itu akan dimaksimal, ” kata Husen Habibu, seraya menambahkan Danau Lindu itu bisa jadi penghasil ikan yg banyak jika di urus dengan baik, sekarang di abaikan.

“Waktu zaman Pak Aswadin, kami menabur ratusan ribu benih ikan disana. Ada lagi irigasi Gumbasa, selama ini airnya tidak pernah di pakai untuk budi daya ikan, padahal jika itu di taburi benih ikan maka akan jadi kolam terpanjang di Indonesia,” kata Husen Habibu meyakinkan.

Bacabup Husen Habibu dalam pertemuan itu juga memaparkan komitmenya untuk membangun Kabupaten Sigi.

“Insya Allah jika kami yg memimpin akan membuat holding company, perusahaan daerah atau BUMD yang akan diberikan peran untuk mengembangkan beragam usaha, ” tutur Husen Habibu, sehagaimana dikutip bro YL.

Kedepan, H.Husen Habibu juga akan mengatur agar hasil pertanian dari Sigi itu tidak langsung masuk ke Palu, perlu ada pasar antara yg akan dibangun di Marawola dan Biromaru, agar ada nilai tambah ekonomi buat rakyat Sigi.

“Silahkan masyarakat Sigi menilai dan memberi bobot pada program ini, yg pasti sy melihat dalam dirinya menyatu karakter ulama, pemimpin politik juga kemampuan teknokratik,” tutur Bro.

Konsep pemerintahan terbuka yang akan dibangun, menurut H.Husen Habibu akan menjadi faktor pembeda dengan pemerintahan saat ini.

“Membangun pemerintahan terbuka, lebih banyak mendengar, bukan hanya masukan yg enak di dengar saja tapi kritikpun saya terima dengan hati yg lapang,” ujar Bacabup Husen.

Menanggapi hal itu, bro YL mengatakan konsep pemerintahan terbuka itu adalah pilihan yang benar di era demokratis seperti sekarang, politik partisipatif akan membuat kebijakan akan akuntabel. Orang mengkritik paling keras jangan di musuhi tapi harus di apresiasi karena mereka telah menjadi penguji tingkat kebenaran kita,” ujar bro YL.

Lalu, kemana arah dukungan PSI akan berlabuh,  ke Irwan atau Husen?

Ini jawaban juru bicara PSI, soal PSI dukung siapa, tunggu ya minggu depan kabarnya. “Yang pasti mereka yg datang ke PSI adalah para calon pemimpin yg mengecilkan egonya, merendahkan hatinya dan membesarkan kecerdasannya, bahwa untuk menang harus menghimpun kekuatan bukan memelihara perasaan besar sendiri. (IDP)

Editor : Irfan Pontoh

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *