Musrenbangdes RKPDes Tahun 2021 Desa Triharjo, Berikan Timbangan Digital Bayi dan Timbangan Duduk untuk 6 Posyandu

Lintastoday.com, Lamsel–Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 tahun 2007, Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat (RKP-Desa) adalah dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun dan merupakan penjabaran dari RPJM-Desa, Rabu (18/11/2020).

Rancangan kerangka ekonomi desa, dengan mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutahirkan, program prioritas pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan serta prakiraan maju, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah dan RPJM-Desa.

Musrenbangdes di laksanakan guna menampung usulan masyarakat akan pembangunan di lingkungannya masing-masing agar di usulkan dan kemudian di tentukan mana saja yang menjadi skala prioritas pembangunan desa.

Pemerintah Desa (Pemdes) Triharjo Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan, menggelar kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) bersama BPD, Lembaga Masyarakat Desa dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya di Aula Kantor Desa.

Musrenbangdes dilangsungkan Selasa siang di Balai Desa Triharjo dengan dihadiri oleh BPD, LPMD, Kader PKK, Kecamatan Merbau Mataram, Heri Purnomo (Camat) Pendambing Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, Kadus, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat.

Kades Santoso, akrabnya “Tose” dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2021.

“Bahwa Musrenbangdes ini adalah forum tertinggi dalam pengambilan keputusan dan dana desa ini adalah uang rakyat yang dititipkan kepada kepala desa jadi semua kegiatan pembangunan dan pemberdayaan adalah keinginan masyarakat itu sendiri, ujar kades.”

“Dalam Musrenbang tersebut diutamakan pembahasan prioritas rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021 yang dituangkan di dalam Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes).”

“Musrenbang merupakan forum musyawarah antar warga desa yang memiliki arti penting guna membahas dan menyepakati langkah-langkah perencanaan program dan kegiatan yang tercantum dalam daftar usulan rencana kegiatan pembangunan. Oleh karenanya, diharapkan elemen masyarakat serta semua komponen desa dapat berperan aktif dalam kegiatan tersebut,” terangnya.

“Musrenbangdes ini dilakukan untuk tujuan mencapai mufakat dan Kades harus mampu menampung segala aspirasi dari masyarakat terkait dengan pembangunan desa yang adil dan merata serta tepat sasaran dan tepat guna,”tegasnya.

“Setelah RKPDes disusun dan disepakati bersama dalam musyawarah desa, kemudian kepala desa menetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Kepala Desa. RKP Desa yang sudah ditetapkan menjadi pedoman dalam penyusunan dokumen Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes).”

Harapan kita lanjut dia, semoga dengan Musrenbangdes ini dapat berdampak positif bagi kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dan terkait penggunaan Dana Desa (DD), berharap Pemdes dan pemangku kebijakan (stake holder) yang hadir, dalam memberikan usulan mengacu pada Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Permendesa PDTT) Nomor 13 Tahun 2020 Tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

“Kebijakan prioritas pengunaan Dana Desa tersebut diantaranya untuk pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) desa sesuai Peraturan Presiden (Perpres) SDGs Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” terang dia.

Waktu bersama kepala desa Triharjo “Santoso” dengan Ketua Tim Penggerak PKK desa Triharjo menyerahkan timbangan digital bayi dan timbangan duduk untuk 6 posyandu yang ada diwilayah Desa Triharjo Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan. Timbangan bayi digital itu juga dapat digunakan untuk mengukur panjang bayi.

Penyerahan dilakukan usai pelaksanaan Rapat Musrenbangdes yang berlangsung di Kantor desa Triharjo, Selasa Siang.

“Kami selalu mengapresiasi langkah PKK saat melakukan terobosan, salah satunya kami berikan timbangan karena usahanya dalam menggiatkan posyandu di desanya,” ungkapnya.

Dijelaskan kades Santoso bahwa saat ini semua TP PKK tingkat desa akan segera mengganti dacin menjadi timbangan digital di Posyandu. Langkah itu dilakukan agar bayi atau balita yang ditimbang bisa lebih tenang dan nyaman.

Terobosan “Santoso” kepada Posyandu yang ada d desa Triharjo sangat lah bagus untuk menunjang kinerja para kader posyandu. Timbangan digital bayi dan timbangan duduk untuk 6 Posyandu yang di anggarkan dari dana desa tahun 2020, ujar kades Santoso.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *