Leny Emilia Kabid PPPA : RO Kondisi Baik dan Tidak Terganggu

Lamtim, Lintastoday.com, Dikatakan telah berbuat arogan Eko Cahyono selaku kepala desa Gunung Mulyo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur, itu tidak benar adanya. Kades tidak pernah berbuat seperti yang dikatakan telah menampar siswa SMP Satu Atap di wilayahnya, “Terang ibu Ketut selaku Kepala Sekolah SMP Satu Atap di Desa setempat.

Dinas Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPPA) dan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Lampung Timur melakukan koordinasi bersama forkopincam Sekampung Udik dalam upaya pemulihan bagi salah satu murid sekolah berinisial RO yang diduga mendapatkan perlakuan kekerasan.

Dalam upaya pemulihan dan koordinasi itu dihadiri Kasi Sosial dan TKSK Sekampung Udik, Polsek Sekampung Udik , Kepala Desa Gunung Mulyo dan perwakilan dari Dinas PPPA dan P2TP2A Lampung Timur.

Leny Emilia kabid pemenuhan hak dan perlindungan PPPA Lampung Timur didampingi G.Triyanti dan Indah Lestari dari P2TP2A mengatakan, Tim yang terdiri dari Dinas PPPA dan Forkompicam Sekampung Udik berkunjung ke kediaman orang tua RO di Desa Gunung Mulyo untuk Melihat kondisi dan mendengar secara langsung keterangan dari Siswa RO terkait berita yang beredar.

“Kami berkunjung ke rumah adik RO di desa gunung mulyo kecamatan sekampung udik, di temui kedua orang tua RO dan RO yang baru pulang dari sekolah, saat di tanya RO mengaku dalam kondisi baik dan tidak terganggu” ujar Leny, Kamis (05/02/20).

RO sendiri menceritakan peristiwa yang menimpanya saat berada disekolah dihadapan Tim PPPA dan P2TP2A , Dirinya merasa tidak nyaman lantaran sering ditanyai oleh banyak pihak.

Sebelumnya beredar adanya perlakuan kekerasan yang dialami oleh RO siswa kelas IX yang diduga dilakukan oleh seorang kepala desa. Namun hal itu diklarifikasi oleh Kepala desa Gunung Mulyo Eko Cahyono didampingi kepala sekolah.

Kronologisnya pada Kamis (6/2/2020) bahwa Kepala Desa Gunung Mulyo bernama Eko Cahyono, mendatangi SMP Satu Atap, kedatangan itu untuk membantu kami memberikan pembinaan terhadap siswa yang berbuat tidak sesuai dengan peraturan dilingkungan sekolah, jadi tidak benar seperti yang diberitakan belakangan ini, “tegasnya.

Saya datang sebagai wali murid. Saya juga dulu adalah ketua Komite di sekolah tersebut, sampai sekarang belum ada gantinya. Niat saya untuk mengurangi kenakalan remaja, dan wujud dari tanggung jawab saya juga sebagai masyarakat dan orang tua yang ingin anak-anak didik menjadi teladan dan berhasil dimasa depan, ”Ujarnya.

“Selain ada Kepala Sekolah, guru yang diberi tugas mendidik, mengajar siswanya. Kita selaku orang tua wajib membantu untuk mendidik anak murid dengan baik.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya tidak pernah arogan terhadap siapapun, seandainya memang salah saya minta maaf, namun yakinlah bahwa niat saya baik, nantilah kalau sudah dewasa anak-anak itu akan merasakan sendiri bahwa apa yang kita lakukan ini bermanfaat nantinya, isu ini merupakan fitnah yang tidak berdasar sehingga mencemarkan nama baik saya. “Tutupnya (Asep/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *