LBH GARDA KEADILAN SULTENG, DUKUNG PENGEMBANGAN BUDIDAYA POHON KELOR DI DESA POMBEVE

Palu — Lintastoday.com. Pohon kelor merupakan Jenis tanaman tropis dan sub-tropis yang bisa tumbuh dengan subur di area beriklim hangat. Dan pohon kelor telah di kenal luas oleh masyarakat,karena daun dan buahnya banyak mengandung nutrisi,serta dapat di olah menjadi bahan yang di gunakan bahan obat.

Pohon kelor salah satu jenis tanaman yang banyak di budidayakan oleh para petani di Indonesia, bahkan di luar negeri, oleh karena banyak banyak mengandung antioksidan,vitamin,dan mineral yang di perlukan untuk tubuh manusia.

Jenis tanaman kelor banyak di budidayakan oleh petani di seluruh Dunia, karena itu mendapat perhatian serius oleh salah satu petani asal Kabupaten Tojo Una una, Aceng Lahay yang kini sebagai Ketua LBH Garda Keadilan Nusantara Sulawesi Tengah. Dia menilai dan berpendapat bahwa, pohon kelor merupakan salah satu jenis tanaman yang perlu di Budidayakan dan di kembangkan oleh para petani yang ada di Sulawesi Tengah ” ujar Aceng Lahay “.

Menurut Ketua LBH Garda Keadilan Nusantara Sulawesi Tengah Aceng Lahay bahwa, pohon kelor bisa di tanam langsung di tanah pekarangan rumah atau di lahan perkebunan, dan juga bisa tumbuh di dalam Pot di area beriklim dingin sebutnya.

Diapun mengatakan banyak orang mengkonsumsi kelor untuk mengobati radang,sakit perut, artritis, asma ,dan buah, biji serta daunnya .Dan terkait Budidaya jenis tanaman pohon kelor, Ketua LBH GKN sulteng Aceng Lahay mengungkapkan Desa Pombewe sulawesi tengah adalah merupakan salah satu Desa percontohan untuk Budidaya pohon Kelor belum lama ini. Dia bersama rekan rekan LBH GKN Sulteng berkunjung di lokasi perkebunan Budidaya pohon kelor di Desa Pombewe milik Kelompok Tani ” Forum Petani Korban Gempa Palu ” binaan pak Mudar dengan luas lahan yang sudah di kelola seluas 3 (tiga) hektar dari jumlah keseluruhan sejumlah 50 hektar yang hingga kini telah menghasilkan sebanyak 10.000, pohon kelor yang sudah berhasil di produksi, dan selain itu juga terdapat kawasan perkebunan atau lokasi pembibitan dan Budidaya pohon kelor milik Korem Angkatan Darat 132 Tadulako Palu ” sebut Aceng Lahay.

Lebih lanjut ia mengatakan LBH GKN Sulteng mendukung sepenuhnya terhadap kelompok Budidaya Kelor di Desa Pombewe ” Binaan bp Mudar dengan kelompok Forum Petani Korban Gempa Palu, yang merupakan salah satu percontohan di qwilayah sulawesi tengah ” tandasnya “,
Karenanya perlu mendapat perhatian dan dukungan oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat dalam rangka untuk kelanjutan pengembanganya. Aceng Lahay menilai bahwa, wilayah sulawesi tengah cocok untuk pengembangan dan peningkatan Budidaya jenis tanaman kelor, karena wilayah sulteng cukup potensial terkait tersedianya kawasan lokasi perkebunan yang dimaksud, sembari dia mengatakan bahwa LBH GKN sulawesi tengah agendanya bukan hadir hanya sebatas simbol, namun berkarya untuk kepentingan orang banyak pungkasnya. (Irfan Pontoh/Darma ).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *