Kades Rio Terkesan Tutup Mata dan Diam Saja, Ada Apa???

Hanura, Lintastoday.com–Maraknya perjudian sabung ayam di pelosok desa sangat meresehkan masyarakat, salah satunya di Dusun A, tepatnya di Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Aktivitas ini sangat mengganggu warga. Selasa (04/08/2020)

Berdasarkan keterangan salah satu warga Hanura, berinisial SHY (red.nama di samarkan), arena judi sabung ayam tersebut bukan hanya arena kecil saja, Perputaran uang di arena tersebut bahkan berkisar Sampai Ratusan Juta Rupiah.

Lebih terkesan selain judi sabung ayam disitu kedapatan pejudian dadu koprok, aktivitas ini sudah bertahun-tahun dilakukan. “Di arena tersebut beroperasi setiap Kamis, Jumat dan Minggu dengan perputaran uang capai ratusan juta rupiah,” katanya.

Lebih lanjut, ketika awak media mendatangi kedua kalinya ke kantor desa hanura, untuk mengklarifikasi mengenai perjudian sabung ayam dan dadu koprok, agar pemberitaan berimbang, adanya laporan warga hanura dan hasil investigasi media dilapangan.

Sangat disayangkan ketika dijumpai awak media, kades hanura, Rio Remota terkesan bingung untuk mengambil tindakan menutup judi sabung ayam dan lebih utama judi koprok harus diberantas, tegasnya.

Terkesan kades Rio tutup mata dan diam saja, maraknya perjudian dadu koprok dan lapak judi itu ada di Dusun A, ada apa dengan kades Rio.

Jelas-jelas didalam agama yang namanya perjudian sangat d haramkan apalagi dalam hukum, siapa pun yang terlibat perjudian akan dipidanakan, kenapa Rio diam saja, tidak mengambil tindakan yang tegas, dan segera ditutup.

Perjudian dadu koprok sudah belasan tahun yang terjadi didusun A, desa hanura, kenapa kades Rio tidak berani ambil tindakan untuk menutup perjudian tersebut, ada apa dengan Rio???

Apalagi Desa Hanura suatu desa percontohan untuk menjadi desa mandiri, jangan sampai tercoreng nama baik desa, tercoreng oleh oknum yang tidak bertanggungjawab dengan adanya perjudian dadu koprok.

Justru ditengah – tengah kekhawatiran pandemi penyebaran Virus Corona di dunia, aktivitas perjudian semakin marak, dari sabung ayam sampai dadu koprok.

Warga hanura memprotes keras kenapa kegiatan sholat dan ngaji masih d batasi karena covid , sedangkan perjudian dibiarkan begitu saja.

SHY berharap pihak Polda Lampung agar menindaklanjuti terkait informasi tersebut. “Mohon bapak Kapolda, ditindak dan dibubarkan Judi Sabung dan khusunya judi dadu koprok yang digelar setiap Hari Kamis, Jumat dan Minggu di Dusun A tepatnya dipelosok desa hanura perbatasan dengan desa tetangga (Desa Cilimus). Karena Sangat mengganggu warga kampung,” katanya.

“Warga Hanura minta kepada Polisi Daerah (Polda Lampung) menutup arena tersebut Karena tidak sesuai dengan Adat Bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan kitabullah,” katanya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *