Jeritan Nenek si Pedagang Buah: Pedagang Besar di Istimewa Pedagang Kecil Merana

LINGGA – Semrawutnya sistem penataan pedagang dan penggunaan lapak dipasar jalan Gergas Kelurahan Dabo lama Kecamatan Singkep Kabupaten Lingga .

Dilihat seakan para pedagang tidak pernah mendapat perhatian penuh dari pihak dinas terkait bahkan kondisinya disinyalir sudah menggunakan sistem main serobot siapa yang kuat dia yang dapat.

Sebagaimana yang dialami oleh seorang Nenek tua tersebut,sebut saja nenek Upik (71) pengguna salah satu lapak dipasar tersebut yang hari ini harus berjualan dipinggir jalan, karena lapaknya diduga telah diserobot orang lain dengan alasan yang terkesan diada-adakan.

Ungkap Nenek tua ini kepada awak media,” Selama ini Memang saya tak pernah ambil tahu tentang ke beradaan lapak saya untuk berjualan sehingga banyak juga orang orang yang bertanya terutama pembeli dagang saya.

Se hingga sekarang saya berjualan dipinggir jalan dengan menumpang dilapak orang yang dihibahkan ke saya”. Kata nenek yang diketahui bernama Upik, Rabu 30/9/2020

Lebih lanjut nenek Upik menjelaskan, adapun lapak yang ditempatinya saat ini berada dipinggir jalan tanpa atap maupun penutup lainnya sebagai pelindung dari sengatan panas matahari dan hujan, menurutnya kondisi ini sangat bertentangan dengan lapak sebelumnya yang sudah ditempatinya sejak pasar Dabo tersebut belum lagi dibangun yang seperti ini.ungkap nenek

Apa lagi sekarang musim hujan mendadak, saat hujan harus cepat-cepat mengangkat barang jualan ke tempat warung orang yang kasihan melihat saya, dan keadaan seperti ini sudah dua bulan saya jalani.

Selain itu, Upik berharap kejadian seperti ini mendapat perhatian dari pemerintah melalui dinas terkait, guna hal serupa tidak terulang lagi, baik kepada dirinya maupun pedagang-pedagang kecil lainnya.

Tolong kami pak, kami orang yang susah ini, jangan dibiarkan dan jangan tebang pilih atau ada penindasan terhadap orang seperti kami, dan saya minta agar Pemerintah Kabupaten Lingga dapat tanggap dan menyelesaikan masalah saya ini. Tambahnya.

Sementara itu, Kabid Perdagangan Kabupaten Lingga, yang dihubungi awak media ini mengatakan bahwa setiap pengguna lapak dipasar tersebut sebelumnya telah melalui nomor undian untuk penempatan dimeja yang telah disediakan, dan bila sudah memiliki meja sangat mustahil bisa dikeluarkan dari lapaknya.

“Ok, terima kasih atas informasinya, nanti akan kami tindak lanjuti dan lakukan cross cek dilapangan antar Ibu yang bersangkutan dengan pedagang dan petugas yang ada di pasar sayur itu”. Kata Kabid melalui sambungan Via Tlp selulernya.

Editor
Encek Taufik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *