Jangan Lalai !! Ayo Cegah Terjadinya Skandal Keuangan. Ini Kritik Tajam Komisioner KI Sulteng

PALU — Lintastoday.com.“Lawan Corona !! Yaa kita bersama lakukan itu, tapi kita juga jangan lalai, jangan sampai penanganan wabah corona menimbulkan skandal keuangan, kita harus mencegah itu,” demikian penegasan Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Sulawesi Tengah Irfan Denny Pontoh.

Dia┬ámemaparkan data, untuk penanganan corona Pemprov Sulteng telah mengalokasikan anggaran Rp. 104 M. Begitupun Pemerintah Kab/Kota lain di Sulteng juga menggelontorkan puluhan milyar melalui kebijakan pergeseran APBD. Menurut Irfan, alokasi anggaran penanganan wabah corona yang cukup besar itu, akan membuka ruang terjadinya “skandal keuangan” jika tidak dilakukan kampanye pencegahan secara masif. “Semua stakholders, kalangan NGo, para penggiat anti korupsi harus bersama-sama secara masif melakukan kampanye pencegahan agar tidak terjadi skandal keuangan dalam penanganan wabah corona, ” tukas irfan.

Kecenderungan bakal terjadinya “skandal keuangan” dalam pengelolaan anggaran penanganan wabah corona, menurut Irfan Denny Pontoh dimungkinkan karena adanya beberapa faktor pemicu, diantaranya : Pertama, Perencanaan, perumusan dan penetapan anggarannya kecenderungan dilakukan tertutup, azas dan prinsip transparansi anggaran tidak terjamin. Kedua, Aspek perencanaan, pelaksanaan dan Pertanggungjawaban anggaran tsb tidak dilakukan secara lazim sebagaimana mekanisme umum perencanaan dan pertanggungjawaban anggaran APBD.

Ketiga, porsi anggaran penanganan wabah corona, kecenderungan sulit dipertanggungjawabkan dan rentan penyalahgunaan untuk kepentingan ekonomi dan kepentingan politik tertentu. Irfan menegaskan, anggaran penanganan corona di Sulteng, dialokasikan hanya untuk tiga kegiatan pokok yakni bantuan fasilitasi Kerja Gugus Tugas/Dinas Teknis, bansos dan belanja tidak terduga.(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *