GERAKAN RESTORASI SOSIAL DAERAH, Amran H.Yahya : Pemimpin Harus Turun kebawah, Ciptakan Ruang Dialog Dengan Rakyat

TOLITOLILintastoday.com – Bakal Calon Bupati Tolitoli Amran H.Yahya mengatakan untuk sektor kebhinekaan, adat, budaya dan hak-hak masyarakat, visi misi Amanah Besar tetap akan sinergi dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Dalam pembahasan kami bersama Bacawabup dan tim, kita sudah sepakat visi misi Amanah Besar akan sinergi atau sejalan dengan program dan kebijakan pemerintah pusat,” tegas Amran H. Yahya saat dihubungi wartawan media Lintastoday.com, jumat (7/8/2020).

Karenanya, kata Amran H.Yahya, pihaknya akan memperteguh komitmen kebhinekaan dan memperkuat gerakan restorasi sosial daerah sebagai korelasi atas kebijakan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Pusat.

“Insya Allah bersama dinda Moh. Besar Bantilan, kepemimpinan pemerintah daerah kedepan akan mengawal program pendidikan kebhinekaan dan akan selalu menciptakan ruang- ruang dialog antar warga masyarakat dan antar warga masyarakat dengan pemerintah daerah, sehingga kepercayaan dan ruh kerukunan sosial warga tolitoli tetap terjaga,” katanya.

Diketahui, latar belakang Amran H. Yahya sebagai petani dan mengawali kariernya sebagai kepala desa, membuat karakter kepemimpinannya secara alami terbentuk lewat interaksi langsung dengan masyarakat.
“Saya memahami latar belakang saya sebagai petani dan kepala desa, makanya kedepan saya akan banyak menciptakan ruang dialog antar warga dengan pemerintah daerah,” tukas Amran.

Dikatakan pula, menata, membangun dan memantapkan kembali tatanan sosial melalui metode rekonstruksi sosial akan menjadi perhatian kedepan.

“Misalnya dengan membangun kembali kepedulian sosial, menggelorakan gerakan gotong royong, termasuk menjaga, melindungi dan memberdayakan lembaga adat sampai ditingkat kecamatan dan desa, ” tukasnya.

Selain itu, kata Amran, Pemerintah Daerah kedepan akan bersikap tegas terhadap perlakuan diskriminatif terhadap kelompok maupun pribadi, termasuk terhadap segala upaya yang bertentangan dengan hak-hak warga masyarakat.

“Untuk itu, pemerintah daerah akan menyediakan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan daerah, membangun rumah pusat kebudayaan lokal, kesenian rakyat, museum seni budaya dan sarana prasarana olahraga,” tandasnya.

Mengakhiri perbincangannya dengan wartawan media ini, Amran H. Yahya mempertegas kembali komitmennya soal kebhinekaan dan pentingnya merawat kemajemukan.

“Pemahaman tentang pentingnya merawat kemajemukan dan penghargaaan terhadap perbedaan akan terus kita tingkatkan, dengan cara pemimpin daerah harus selalu turun kebawah, ciptakan ruang dialog langsung dengan warganya,” pungkasnya. **

Editor : IDP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *