Diduga Tindakan Oknum Polairut, Empat Nelayan Hampir Kehilangan Hasil Tangkapannya

Lintastoday.com, Pesisir Selatan–dikabarkan telah terjadi penangkapan terhadap empat orang nelayan di pelabuhan karang agung pekon marang kecamatan pesisir selatan kabupaten pesisir Barat, jumat (09/10/2020).

Diduga satuan polair dengan cara langsung merampas hasil takapan nelayan berupa baby lobster sekitar berjumlah 200 ekor milik empat petani nelayan 1.yuswandi warga pekon marang, 2.fatoni. warga pekon marang . 3.marten .warga pekon marang. 4.yarsan. warga pekon marang.

Mendapatkan informasi terkait adanya perampasan hasil tangkapan nelayan berupa baby lobster awak media segera mendatangi lokasi dan meminta keterangan terhadap nelayan yang bersangkutan, Fatoni, yarsan, dan marten ketiga dari empat nelayan bersamaan membenarkan adanya perampasan baby lobster.

“Benar bang kejadian tadi pagi sekitar jam 07-30 ketika kami barusan nyampai ditepian pelabuhan tiba tiba ada dua orang mendatangi kami dan langsung mengambil empat buah toples yang berisi baby lobster (benur) milik kami berempat dari empat kapal sampan yang berbeda, mereka mengaku dari pihak kepolisian satu orang berpakaian biasa yang satunya berpakaiyan polair tapi saya tidak tau siapa namanya dan saya belum pernah melihat dua orang itu sebelumnya.

Setelah empat toples yang berisi sekitar 200 baby lobster itu dibawa mereka kami minta tolong kepada sadara middin yang kebetulan ada disekitar kejadian untuk bagaimna caranya agar benur hasil tangkapan kami itu dapat dikembalikan karna kami ini orang susah hanya sekedar buruh nelayan,
Alhamdulillah entah bagaimana caranya upaya midin baby lobster kami dapat dikembangkan dan tadi sudah dihitung. Terang ketiga nelayan itu.

Ditempat terpisah media mengkomfirmasi saudara Middin warga pekon sumber agung kecamatan ngambur yang berupaya meminta kembali baby lobster yang telah dibawa oleh polair.

Iya betul tadi saya yang meminta kepada beberapa agota yang telah mengambil hasil tangkapan nelayan berupa baby lobster (benur) mereka dari satuan polair untuk dikembalikan, jelas Middin.

Lanjut terang Middin “Saya datang kelokasi karna saya ada yang memberi info kalau hasil tangkapan mitra nelayan saya ada yang merampas, saya bukan pembeking atau pun pengepul saya berupaya meminta baby lobster itu.

Untuk dikembalikan karena salah satu dari empat nelayan itu mitra saya kapal dan peralatan mereka saya yang modalin dan kami berbagi hasil jika dapat hasil tangkapan.

Saya meminta jika memang mau main tangkap jangan pilih pilih, semua dari ujung lemong sampai bengkunat itu tangkap semua jangan cuma punya nelayan yang berlabuh di muara ngambur ini saja.

Mungkin dari pihak polair masih kasihan terhadap para nelayan itu Alhamdulilah permohonan saya dikabulkan dan baby lobster dikembalikan, pungkasnya.(red/umi/edo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *