Diduga Tidak Profisional Bekerja, Pihak RSUD Dabo Singkep Izinkan Pasien Pulang Sebelum Hasil Test SWAB.

LINGGA. Berdasarkan Informasi siaran pers resmi dikeluarkan oleh tim gugus penanganan covid-19 kabupaten lingga pada Rabu 11 November 2020. Satu warga pasien 06 umur (52) tahun terkonfirmasi positif virus corana covid-19. Ini kronologis saat rawat inap pasien tersebut di RSUD Dabo Singkep dua (pekan/minggu)sebelum ditetapkan terpapar positif virus corona covid-19.

“Ibu saya masuk rawat Inap di rumah sakit dabo singkep pada tanggal 23 Oktober 2020 lalu. Namun alhamdulilah setelah menjalani masa perawatan selama 17 hari tepatnya tanggal 9 November 2020 ibu saya, sesuai permintaan kami, di perbolehkan pihak rumah sakit pulang dengan kondisi sudah sangat membaik”, Ucap AL salah satu pihak keluarga terdekat pasien 06 di paparkan sebagai pasien baru lingga terpapar positif virus corona covid-19.

Lebih lanjut AL mengatakan, alasan pihak keluarga minta pulang kepada pihak rumah sakit (RSUD Dabo Singkep-red) pertama, dikarenakan kondisi orangnya sudah sembuh akibat demam panas yang di deritanya saat di bawa ke rumah sakit.

Alasan kedua adalah keterbatasan kemampuan pihak keluarga untuk membayar biaya rawat inap selama berada di rumah sakit yang mencapai kisaran 9 juta rupiah, permasalan ini dikarenakan tidak bisa menggunakan BPJS yang di miliki pasalnya berasal bukan dari kabupaten lingga, tepatnya berasal dari Kecamatan Tembilahan Kabupaten Indra Giri Hilir Provinsi Riau.

“Kami merasa hawatir tidak mampu membayar biaya perawatan jika lama-lama berada dirumah sakit, karena BPJS orang tua kami beda kabupaten tidak bisa digunakan, Inipun dari 9 lebih juta kami baru mampu bayar 50 persen, sisanya masih menjadi hutang. Untuk kondisi saat minta pulang, kesehatan orang tua kami Alhamdulillah sudah membaik, hanya agak sedikit lemas saja”, terangnya.

Uniknya, berdasarkan informasi sumber terpercaya wartawan mengatakan, “Sejak masuk rumah sakit pada 23 Oktober kemarin, ternyata pada tanggal 6 November 2020 sudah dilakukan pengambilan simple Test SWAB oleh pihak RSUD Dabo namun tanpa menunggu hasil Test SWAB diterima pihak RSUD Dabo Singkep sudah memberi izin pulang sesuai permintaan dan harapan yang di ajukan pihak keluarga pasien. Dan pada tanggal 10 November 2020 pasien pulang ke rumah.

Mirisnya, pada tanggal 11 November 2020, pasien yang sebelumnya dikabarkan sudah sembuh kembali di jemput oleh tim gugus percepatan penanganan covid-19 kabupaten lingga guna dilakukan karantina khusus di ruang Isolasi berlokasi taman Pagoda Dabo Kecamatan Singkep. Ini dilakukan berdasarkan keluarnya hasil Test simple SWAB yang memaparkan pasien terkonfirmasi positif covid-19.

Menanggapi kejadian tersebut saat dikonfirmasi terkait mengizinkan pulang sebelum hasil Test SWAB diketahui, melalui via WhatsApp, dr. Des yang menangani pasien mengatakan, “Selamat siang maaf baru balas. Saya dr. Des Riyadi spesialis penyakit dalam. Untuk kronologis pasiennya sudah lewat rumah sakit. Mungkin bisa menghubungi direktur rumah sakit untuk kronologis pasiennya atau yang berhak mewakili rumah sakit”.

“Untuk siapa yang melakukan Test SWAB dimaksud, saya kurang paham karena tidak liat, mungkin petugas rumah sakit. Coba tanyakan lagi, saya tidak melihat langsung soalnya”, jawab dr. Des pada Kamis 12/11/2020 sekira pukul 14.20 wib.

Selanjutnya, Direktur RSUD Dabo Singkep saat dikonfirmasi terkait permasalan kepulangan dan pengambilan simple Test SWAB pasien 06 yang dinyatakan berdasarkan siaran pers Tim Gugus percepatan penanganan covid-19 kabupaten lingga pada Rabu malam 11/11/2020 terpapar positif virus corona covid-19, melalui via telpon selulernya dr. Bukit Gultom mengatakan.

“Selamat sore bang, terkait kapan waktu pengambilan simple Test SWAB pasien tersebut jika tidak salah ingat saya dilakukan pada tanggal 6 November, mengenai kronologis kepulangan pasien kayaknya saya kurang tahu persis, karena posisi saya masih melakukan dinas luar daerah bang hingga saat ini juga”, jawabnya.

Dari hasil pantauan dan beberapa informasi yang diterima wartawan, hingga berita ini di unggah keadaan dan kondisi pasien (06) yang di karantina tersebut tetap biasa-biasa saja dan dalam kondisi keseharian sehat tanpa menunjukkan gejala yang berdampak buruk sehingga brita ini baru kita terbitkan.Tgl.13/11/2020

Penulis : Zul / En
Editor : Encek Taufik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *