Diduga Sumino Sengaja Mengibarkan Bendera Merah Putih Sobek dan Kusam

Tubaba, Lintastoday.com–Setiap 1 Juni diperingati sebagai hari lahir pancasila. Di hari lahir Pancasila tahun ini yang bertepatan di hari ini, Senin 1 Juni 2020, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengajak masyarakat dapat mengibarkan bendera merah putih selama sehari.

“Gubernur Kepala Daerah se-Indonesia, Bupati/ Wali Kota se-Indonesia, beserta perangkat daerah dan masyarakat untuk mengibarkan bendera merah putih selama 1 hari pada tanggal 1 Juni 2020,” ujar Tito dalam telegram yang diterima di Jakarta, Sabtu lalu sebagaimana dilaporkan Lintastoday.com.

Selain menginstruksikan pengibaran bendera merah putih, Mendagri juga mewajibkan kepada Gubernur Kepala Daerah se-Indonesia dan Bupati/ Wali Kota se-Indonesia mengikuti upacara peringatan Harlah Pancasila pada 1 Juni 2020 itu dari ruang kerja/ tempat tinggalnya masing-masing.

Bendera kebangsaan Indonesia sudah tidak layak masih dikibarkan di halaman kantor desa Tri Tunggal Jaya kecamatan Gunung Agung kabupaten Tulang Bawang Barat, Senin (01/06/20).

Kepala Tiyuh Sumino diduga melecehkan lambang Negara yang mana bendara yang sudah tidak layak lagi untuk dikibarkan malah tetap dikibarkan, karena terlihat jelas ketika berkibar di udara dengan kondisi kusam dan sobek.

Kepala Tiyuh Tri Tunggal Jaya, Sumino saat dikonfirmasi Lintastoday.com, Senin (01/06/20), untuk memintai keterangan dan pertanggungjawaban yang mana telah duduga sengaja mengibarkan bendera merah putih kondisi kusam dan sobek dan sudah jelas disitu telah melecehkan lambang Negara Repbulik Indonesia.

Awak media berusaha menemui Tiyuh tersebut, lagi-lagi Sumino kabur saat melihat kedatangan Lintastoday.com ke kantor desa, kita mengupayakan menghubungi melalui via telpon dan whatsapp nya tetap tidak ada respon dan tidak tanggapan dari kepala Tiyuh.

Sebelum berita ini diturunkan, pihak media sudah menghubunginya tetapi tidak direspon, untuk perimbangan berita sudah sesuai kode etik jurnalistik sudah kami lakukan.

Sementara sudah jelas undang undang yang mengatur tentang bendera negara republik indonesia yaitu Pasal 24 b atau c atau d atau 3 Jo pasal 67 yg berbunyi setiap orang di larang ( b ) memakai bendera negara untuk reklame atau iklan komersial ( e ) mengibarkan bendera negara yang rusak, robek, luntur, kusut, atau kusam : ( d ) mencetak, menyulam dan menulis hirup angka gambar atau tanda lain dan memasang lancana atau benda apapun pada bendera negara, dan ( e ) memakai bendera negara untuk langit langit atap pembungkus barang dan tutup barang yg dapat menurunkan kehormatan bendera negara di pidana, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,-.

Dijelaskan dalam Undang Undang RI Nomor 24 Tahun 2009 pasal 24b atau c atau d atau 3 Jo pasal 67 yang telah mengibarkan bendera merah putih dalam keadaan rusak dan kusam, tidak dibenarkan dalam hal ini kiranya penegak hukum yang ada di kabupaten Tulang Bawang Barat bertindak tegas kepada kepala Tiyuh Tri Tunggal Jaya, Sumino.

Meskipun sudah diatur di dalam Undang – Undang Tentang mengibarkan Bendera Merah Putih yang sudah Kusam, Robek dan Rusak dengan sengaja.
Namun Undang – Undang tersebut tidak membuat gentar Oknum Kepala Tiyuh Tri Tunggal Jaya,Sumino tidak mematuhi Undang – Undang tersebut, dan diduga telah melawan hukum sesuai peraturan dan Perundang – Undang yang berlaku.
Kepada Penegak hukum untuk segera dipanggil dan diberikan sangsi hukum atas tindakan yang diduga telah dengan sengaja mengibarkan bendera merah putih Lambang negara republik Indonesia tercinta dalam keadaan rusak dan kusam yang dipandang mata tidak layak dikibarkan lagi, sampai berita ini terbit kepala Tiyuh Tri Tunggal Jaya tidak bisa dihubungi oleh awak media. (Asep/Miswan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *