Diduga Korupsi, Oknum Kades Erwin Akui Kesalahannya dan Unsur Sengaja

Lampung Selatan, Lintastoday.com—-Kepala Desa Baru Ranji Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan, Erwin oknum kades tersebut diduga korupsi dana desa 2018, 2019 dan 2020, dimana dana desa yang telah dikucurkan oleh pemerintah pusat untuk membangun infrastruktur desa dan pemberdayaan manusia. Minggu (06/09/2020).

Kalau pembangunan infrastruktur, seperti rabat beton dan jalan desa terlihat kasat mata memang sudah dibangun untuk kepentingan masyarakat setempat, akan tetapi disini adanya duguaan oknum kades itu mark up anggaran dan di indikasikan berbuat tindakpidana korupsi anggaran dana desa tahun 2018, 2019 dan 2020.

Yang terlebih parah Kades Erwin diduga telah menyalahgunakan wewenang penggunaan anggaran dana desa tahun 2018, 2019 ada anggaran kegiatan Pemberdayaan Masyarakat seperti TP PKK, Paud dan anggaran Bumdes.

Kegiatan-kegiatan di pemberdayaan masyarakat desa yang tidak bisa di jelaskan oleh oknum kades sewaktu di tanyakan oleh awak media yang mendatangi di kediaman Kades di desa Baru Ranji pada Jumat (28/08/2020).

Untuk klarifikasi adanya temuan oleh awak media, yang perlu di jawab oleh oknum kades Erwin yang diduga keras ada berbau korupsi, anggaran tahun 2018, 2019 dan 2020.

Saat itu kepala Desa, ketika awak media menanyakan kegiatan dan anggaran TP PKK, Paud, dan Bumdes dan, oknum kades Erwin tidak bisa menjawab, hanya singkat saja Kades Erwin mengatakan pada media, “Saya akui mas, saya pribadi ada kesalahan dan hilaf saat mengelola anggaran desa”, ujar Erwin.

Sungguh aneh dan mencurigakan oknum Kades lebih memilih minta bantuan kepada awak media untuk tidak melanjutkan Klarifikasi dan konfirmasi, bahkan lucunya lagi kades meminta kepada media untuk membekingi atau bahasanya lebih lengkap meminta untuk di Back Up Desa Baru Ranjai yang dipimpin oleh Kades Erwin.

Jadi disini awak media menemukan adanya dugaan korupsi dana desa tahun 2018, 2019 dan 2020 yang di indikasi di lakukan oleh Kades tersebut. Sangat disayangkan sekali seorang oknum kepala desa Erwin ketika ditanyakan kegiatan atau pekerjaan dan berapa anggaran yang di gelontorkan oleh Pemerintah Pusat, tidak bisa menjelaskannya dan terdiam, terlihat mimik mukanya yang sangat pucat dan merokok pun tidak karuan lagi.

Bagaimana kalau sewaktu di audit oleh inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, apakah oknum kepala Desa itu akan berucap minta bantuan back up juga kepada Inspektorat..?

Erwin selalu menjawab, “Saya lupa berapa dana anggarannya pada tahun 2018 dan 2019 yang digelontorkan” untuk kegiatan tersebut.

Rincian dana desa tahun 2018, 2019 dan 2020, yang dikekola oleh Kades Baru Ranji, Oknum Erwin diduga dengan Unsur Sengaja Mengkorupsi anggaran desanya.

Dana Desa 2018, Rp.1.210.131.718
Tahap 1, Rp. 242.026.344
Tahap II, Rp. 484.052.687
Tahap III, Rp 484.052.687

Dana Desa 2019, Rp.1.504.769.461
Tahap 1, Rp. 300.953.892
Tahap II, Rp. 601.907.784.
Tahap III, Rp 601,907.785.

Dana desa 2020, Rp.1.543.128.000
Tahap 1, Rp. 617.251.200
Tahap II, Rp. 617.251.200
Tahap III, Rp 308.625.600

Disini jelas sekali bahwa Erwin kades Baru Ranji, yang diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi dengan sengaja melakukannya.

Kepada pihak kecamatan dan instansi-instansi terkait, baik itu dari dinas PMD dan inspektorat Kabupaten Lampung Selatan, kiranya bisa secepatnya memanggil oknum Kades Erwin untuk segela di periksa.Bersambung

Ketua Tim : Andika
Penanggungjawab:
Pemimpin Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *