Dasman, Terima Paket Bantuan Sembako Dari Kab. Lampung Selatan Untuk Didistribusikan 100 Warga Kurang Mampu

Budi Lestari, Lintastoday.com–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan melalui Tim Bagian Hukum, Sulistiono kembali mendistribusikan 100 paket sembako, Jumat (3/7/2020).

Di Kecamatan Tanjung Bintang, khususnya Desa Budi Lestari, 100 paket sembako diserahterimakan oleh Bagian Hukum, Sulistiono kepada Desa Budi Lestari, Dasman.

Serahterima yang berlangsung di halaman balai Desa Budi Lestari disaksikan oleh Camat Tanjung Bintang, Hendri Hata. SAg, turut disaksikan juga perwakilan dari Kabupaten Lampung Selatan yakni, Sulistiono dan hadir juga Kepala Dinas Kominfo, M. Sefri Masdian serta sejumlah pejabat struktural Pemkab Lampung Selatan.

Selanjutnya, 100 paket sembako tersebut diserahkan kepada kepala desa Dasman untuk dibagikan kepada warga kurang mampu yang telah didata sebelumnya.

Dalam arahannya, Asisten Bidang Ekobang, Hermansyah Hamidi mengatakan, bantuan sembako yang bersumber dari APBD kabupaten Lampung Selatan tahun 2020 itu untuk menanggulangi warga kurang mampu yang terdampak pandemi COVID-19.

Bantuan tersebut langsung di bagikan kepada masyarakat yang sudah terdaftar mendapatkan bantuan dari pemerintah.
Ada pun bantuan tersebut berupa :
– Beras 5 kg
– Minyak Goreng 1 Liter dan
– Gula 2 kg.

“Bantuan ini dari APBD untuk mengcover warga yang belum menerima bantuan sama sekali. Mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Dasman.

Dirinya berharap, bantuan tersebut dapat didistribusikan dengan baik dan tepat sasaran. “Pastikan semua terdistribusi dengan baik. Bagikan sesuai daftar yang telah disusun.”

“Sampai hari ini kita distribusikan. Totalnya sudah 16.378 paket sembako yang kita bagikan ke masyarakat. Sisanya tinggal lima kecamatan. Isnya Allah akan kita distribusikan pada hari Senin, 6 Juli 2020,” terang Camat Hendri Hata.

Dalam kesempatan itu, Hendri Hata, SA.g juga mengingatkan, agar data yang disampaikan oleh kepala desa benar-benar warga yang belum pernah menerima bantuan apa pun dari pemerintah.

“Karena keterbatasan anggaran, kita batasi kepala desa mengirimkan data penerima maksimal 100 kepala keluarga. Yang penting data warga yang disampaikan selain dari warga penerima PKH, BPNT atau Program Sembako, BST, BLT atau program sejenis lainnya,” imbuhnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *