BLT-DD Dibagikan Hanya Rp.600 Ribu Diduga Ada Unsur Kesengajaan Oleh Oknum Perangkat Desa

Rantau Tijang, Lintastoday.com–Ratusan warga pekon Rantau Tijang Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu, pertanyakan dugaan korupsi bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) yang dilakukan pemerintah desa. Kamis, (25/06/20).

Warga hanya menerima Rp.600.000, (enam ratus ribu rupiah) bantuan langsung tunai per kepala keluarga (KK). Padahal, seharusnya bantuan itu sebanyak Rp. 1.800.000 (satu juta delapan ratus ribu rupiah) yang sudah ditetapkan oleh Presiden Jokowi.

Padahal tetangga desa sudah membagikan full Rp. 1.800.000 yang telah di terima warganya, ada apa pekon Rantau Tijang hanya Rp. 600.000 yang dibagikan warga, diduga kuat telah menyalahgunakan BLT-DD oleh oknum pemerintah desa.

Setiap kepala desa harus membagikan bantuan langsung tunai pada setiap warganya yang terdampak pandemik virus Corona atau Covid-19, sumber dana BLT tersebut diambil dari pagu dana desa 35 % dan dana tersebut habiskan untuk bantuan masyarakat dan tidak boleh ada pembangunan fisik yang dilakukan oleh pemerintah desa, ujar Jokowi.

Perwakilan masyarakat dari pekon Rantau Tijang sebanyak 2 orang mendatangi kantor redaksi Media Online Lintastoday.com, Rabu 24 Juni 2020, Diterima langsung oleh pimpinan Redaksi Lintastoday, maksud dan tujuan kedatangannya melaporkan atas dugaan korupsi yang dilakukan pemerintah desa.

Permasalahan yang ada di pekon Rantau Tijang sangat lah pelik, mulai dari kepimpinan Abdullah mantan kepala pekon sampai aparatur desa itu artinya korupsi yang dilakukan Pekon Rantau Tijang Berjamaah.

Berita yang terhangat hari ini adalah pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) untuk masyarakat Rantau Tijang yang dibagikan oleh sekretaris desa (Mukhlis-Red) telat membagikannya yang diduga kesengajaan bahkan ada unsur dugaan korupsi oleh oknum sekretaris desa.

Menurut keterangan dari warga yang berinisial ā€œJ dan Pā€ kepada media lintastoday.com bahwa adanya dugaan tindak pindana korupsi yang dilakukan oleh mantan kepala pekon sampai aparatur desa, sampai saat ini keadaan desa Rantau Tijang amburadul yang diduga banyak bangun fisik yang ada di desa kami rusak parah yang dibangun tidak sesuai dengan RAB, ujarnya.

Lanjut ā€œ J dan Pā€ kepada lintastoday.com meminta untuk membantu pemberitaannya dan mendampingi melaporkan adanya dugaan korupsi pemerintah desa Rantau Tijang dilakukan korupsi berjamaah.

Untuk melaporkan yang lebih tinggi ke penegak hukum yang ada di republik Indonesia dan bukti-bukti sudah kami pegang diserahkan langsung kepada Lintastoday.com dari bukti fisik dan Laporan SPJ tahun 2018 dan 2019 untuk memperkuat laporannya dan menindak tegas atas yang dilakukan oleh pemerintah desa tersebut.(Bersambung)

Edisi I
Pemimpin Redaksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *