Belum ada Tindakan Inspektorat Lamsel, Adanya Dugaan Rekayasa SPJ DD Desa Baru Ranji

Lampung Selatan, Lintastoday. com—Berulang kali pemberitaan di beberapa media online, Di duga belum ada tindakan dari pihak Inspektorat Kabupaten Lampung selatan, Inspektorat terkesan tutup Mata, adanya dugaan rekayasa SPJ dana desa (DD) pada tahun anggaran 2018 dan 2019 lalu, yang dilakukan oknum Kepala Desa (Kades) Baru ranji, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, berinisial (EN).

Khairul anwar ibrahim, selaku Irban 5, yang dihubungi lewat pesan singkat WhatsApp (18/09/2020) tidak memberikan komentar sama sekali, pesan singkat WhatsaApp sekedar di baca, Terkesan tutup Mata

Padahal Anton, Selaku irban 3. Saat di temui awak media pada hari selasa (15/09/2020) lalu, menyarankan agar awak media menanyakanya langsung kepada Irban 5, “Saya tidak bisa memberikan komentar apa-apa, silahkan minta tanggapan Irban 5 Pak Khairul anwar ibrahim, saya takut salah karna bukan kewenangan saya,” kata dia.

Masih di katakan Anton, Selain rekan-rekan media, sebelumnya ada Warga masyarakat Desa Baru ranji yang melaporkan tetapi sudah di periksa oleh pihak inspektorat,” Pemeriksaan desa Baru rajin sudah selesai dan hasilnya masih di insepektur, saya belum tau hasilnya,” Terkait ada dugaan atau permasalahan di Desa jika tidak ada laporan resmi. secara tertulis kami tidak bisa menindak lanjuti, silahkan buat laporan resmi Pak,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan berdasarkan keluhan masyarakat yang beberapa awak media, pelaksanaan DD yang dikelola EN selaku kepala desa diduga sarat masalah.

Masalah terlihat dari beberapa bangunan fisik diantaranya rabat beton yang sudah terlihat rusak diduga tidak sesuai dengan standar K 225.

Kemudian pembangunan jalan lapen tahun 2019 yang sudah terlihat mengelupas akibat dugaan ada nya pengurangan volume aspal.

Selain itu dalam angaran pemberdayaan TP PKK, Paud diduga banyak penyimpangan dan tidak terealisasi. Dana Penyertaan BumDes diduga tidak terserap maksimal dan diduga direkayasa oleh EN.

Sementara pada saat dimintai keterangan EN membantah informasi yang disampaikan Warga nya. Menurut EN dirinya selaku penanggung jawab Anggaran DD sudah melaksanakan kegiatan DD dengan baik.

“Pembangunan desa Baru Ranji sudah terlihat jelas mas, silakan lihat sendiri pembangunan desa saya” jelas nya.

Diketahui anggaran DD yang masuk ke Desa Baru Ranji pada tahun 2018 sejumlah Rp 1.210.131.718,- dan tahun 2019 mengalami kenaikan menjadi Rp 1.504.769.461. masing-masing dicairkan dalam tiga tahap

Terpisah, Sekretaris Lembaga Analisis Pemerhati Anggaran (Lapang) Provinsi Lampung, Jhoni GS, yang dimintai tanggapanya justru mengkritisi kinerja Inspektorat Lamsel yang dinilai lamban menyikapi, alih-alih menunggu adanya laporan baru bertindak.

Jhoni menuturkan, Inspektorat merupakan unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah yang bertugas melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan di daerah, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintahan desa.

Sehingga, kata Jhoni, dalam melakukan pengawasan Inspektorat tidak harus menunggu adanya laporan masuk ruang kerja baru bertindak, “Kalau begitu sudah salah kaprah namanya,” ucapnya.

Menurut Jhoni, Inspektorat berwenang dalam menyusun perencanaan program pengawasan, perumusan kebijakan dan fasilitasi pengawasan, pemeriksaan, pengusutan, pengujian dan penilaian tugas pengawasan, dan pembinaan terhadap jabatan fungsional, “Jadi sudah tugas Inspektorat melakukan pengawasan dan pemeriksaan, apalagi sudah dipublikasikan di media, seharusnya inspektorat cepat menyikapinya,” pungkasnya. (Riyan/red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *