Bawaslu Lingga Segera Memanggil ASN Teridikasi Simbol Tiga Jari Yang di Lakukan Oleh Oknum Negeri Sipil Salah Satu Paslon.

 

Lingga.Dengan adanya pemberitaan beberapa media online beberapa waktu lalu, terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), yang terindikasi memihak kepada salah satu kontestan peserta Pilkada, dengan berfoto bersama serta menunjukkan salam beberapa jari, dalam masa-masa menjelang Pilkada Lingga, menjadi topik hangat dalam setiap percakapan masyarakat.

Dirangkum informasi dari masyarakat, sumber kami menjelaskan, bahwa Bawaslu Lingga sebenarnya telah melakukan penelusuran terkait netralitas ASN yang hangat diperdebatkan masyarakat, hanya saja masih memeriksa saksi-saksi yang ada.

Sebaiknya, jika masyarakat mengetahui terjadinya pelanggaran, bisa melaporkan kepada Panwaslu Kecamatan terdekat, bila Panwascam Kecamatan tidak menindak-lanjuti, baru Bawaslu Kabupaten, karna sepengetahuan saya, pengawas pemilu itu ada sampai pada tingkat Desa atau kelurahan”, demikian sumber menyampaikan kepada media yang enggan namanya tercantum.

Adapun nama yang diduga melakukan pelanggaran diantaranya berinisial “AK”, “MA”,”MU”,”Ah”, jelas nara sumber dengan tegas.

Ketua Bawaslu Lingga, Zamroni, saat di hubung Awak media melalui Via Telepon seluler nya , membenarkan ada laporan dari masyarakat melalui Satu Organisasi
Perkumpulan Ferjuang Selamatkan Kabupaten Lingga ( P2SKL ) Yang di komando Agung Yuda Pratama beserta Anggotanya pada tgl.28/9/2020.

Zamroni juga menyampaikan , “BAWASLU Akan melakukan pemanggilan terhadap Oknum ASN, PLT,La.Dinas Kesehatan,Camat,Kepala Puskesmas,Oknum Satpol PP, dan juga satu Oknum Kades Desa Persiapan. ungkap Zamroni Saat di Komfermasi Awak media pada Tgl.29/9/2020 dini hari.

Menanggapai hasil dari pertemuan Masyarakat di kantor Bawaslu Masayarakat sangat memuji sikap Bawaslu Lingga dalam hal, cara melayani dan menerangkan tata-cara Bawalsu Lingga menjelaskan kepada masyarakat pelapor cukup baik.

 

Semoga Bawaslu bisa menunjukkan integritasnya sebagai pengawas pemilu. Sebelum komponen yang linnya bersikap Netral, Bawaslu diharapkan masyarakat bersikap Netral terlebih dahulu.

Berdasarkan PKPU No.23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilih Umum Pasal 71 ayat ( 1 ) menyatakan Penjabat Negara, Penjabat daerah , Aparatur sipil Negara Penjabat setruktural dan pejabat fungsional, dan aparatur sipil negara lainya di larang mengadakan kegiatan yang mengarah kepada keberpihakan terhadap peserta pemilu, sebelum ,selama,dan sesudah masa kampanye.

Sedangkan di ayat ( 2 ) pasal yang sama juga menjelaskan larangan yang di Maksud dalam ayat ( 1 ) meliputi pertemuan,ajakan, imbauan, suruan,atau pemberian barang,kepada aparatur sipil,Negara dalam lingkungan unit kerjanya, anggota keluarga, dan masyarakat.

 

Editor

Encek Taufik

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *