Bandar Narkoba di Vonis Hakim 13 Tahun Penjara

Lintastoday.com Palembang, sum – sel Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang Klas IA Khusus Palembang, memvonis 4 terdakwa kurir narkotika jenis sabu-sabu seberat 15 kilogram, dengan hukuman selama masing-masing 13 tahun penjara dan denda Rp2 Miliar rupiah. Namun vonis ini diduga ada kejanggalan hal ini dikatakan Syamsudin Djoesman Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Badan peneliti aset negara Lembaga Aliansi Indonesia (BPAN) Wilayah Sumatera Selatan.

 

 

 

 

Putusan tersebut dibacakan Hakim Ketua Touch Simanjutak, S.H.,M.H, terhadap empat terdakwa yakni Adityawarman (kurir), Junaidi (kurir), Chandra (kurir) dan Syahbudin (Bandar) di Pengadilan Negeri Palembang Klas IA Khusus dengan berkas terpisah, Rabu (11/03/2020).

“Mengadili dan memutuskan terhadap para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam dakwaan pasal 114 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan pidana masing – masing selama 13 tahun penjara,” sebut Touch Simanjuntak ketika membacakan amar putusannya kepada terdakwa.

Selain itu majelis hakim juga memberikan pidana kurungan, pada keempat terdakwa dengan denda masing-masing Adityawarman sebanyak Rp. 2 Miliar Subsidair 6 bulan, Junaidi Rp. 2 Miliar subsider 6 bulan, Chandra Rp. 2 Miliar subsider 6 bulan dan Syahbudin Rp. 2 Miliar Subsidair 4 bulan.

Majelis Hakim menganggap perbuatan keempat terdakwa yang tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba menjadi pemberat untuk putusan, sedangkan hal-hal yang meringankan bahwa keempat terdakwa bersikap koperatif selama persidangan. Atas vonis majelis hakim tersebut keempat terdakwa memilih pikir -pikir untuk upaya banding.

Namun diketahui vonis yang diberikan majelis hakim tersebut lebih ringan 5 (lima) tahun dari tuntutan JPU Kejari Palembang, Indah Kumala Sari,S.H yang sebelumnya menuntut keempat terdakwa dengan pidana selama 18 tahun penjara dan denda Rp. 2 Miliar.

Secara terpisah Syamsudin Djoesman Ketua Dewan pimpinan daerah (DPD) Lembaga Aliansi Indonesia Provinsi Sumatera Selatan ketika dikonfirmasi, mengatakan, bahwasannya vonis ini diduga ada kejanggalan, secara tidak langsung ini membuat semua orang menjadi bertanya-tanya, apalagi ini penangkapan Bareskrim Mabes Polri. “Kami masyarakat biasa merasa kurang paham, kenapa di tangkap Mabes Polri, tiba-tiba tersangkanya bisa di limpahkan ke Kejari Palembang. Para tersangkanya ada di Rutan Pakjo sebagaimana fakta di persidangan” Ujar Syamsudin”

Syamsudin menilai, barang buktinya sebanyak 15 Kilo gram, kalau dihitung-hitung berapa banyak jumlah korban yang sudah berjatuhan, seandainya barang haram ini sempat terjual, berapa ratus ribu orang yang menjadi rusak, menjadi gila bahkan mengalami kematian, akibat narkoba tersebut.

“Kita sempat konfirmasi melalui Kejaksaan Tinggi Sum-sel, tetapi mereka tidak mau tahu karena menurut mereka itu yang menyidangkan Kejaksaan Negeri Palembang. Ini banyak kejanggalan loh? Ada apa dengan perkara ini hingga divonis hakim hukuman selama 13 tahun penjara, sementara tuntutan jaksa 18 tahun penjara. kalau kita totalkan hukuman sabu -sabu sebanyak 15 kilo gram ini, berarti hukumannya per/satu kilo gram kurang dari 1 tahun penjara. Yang menjadi pertanyaan kami ada apa dengan perkara ini dan siapa dibalik perkara ini”, tegas Syamsudin.

Untuk diketahui dalam dakwaan JPU, keempat terdakwa ditangkap oleh tim Bareskrim Polri pada September 2019 di Perumahan Grand City Talang Kelapa, Kota Palembang. Kasus bermula saat terdakwa Syahbudin menawarkan kerjaan kurir narkotika kepada terdakwa Adityawarman dan Junaidi dengan janji upah Rp.2,5 juta rupiah perkilogram nya.

Dalam upaya meloloskan 15 kilo gram sabu-sabu dari Malaysia yang dibawa terdakwa Ahmad Chandra, para terdakwa berbagi peran yakni terdakwa Aditya bertugas membawa mobil Xenia merah yang sudah berisi narkotika dari Chandra menuju rumah kontrakan terdakwa Syahbudin di Perumahan Grand City.

Sesampainya di rumah kontrakan Syahbudin, Aditya menghubungi Syahbudin bahwa barang sudah sampai, sementara terdakwa Junaidi bertugas mengawasi kondisi sekitar lokasi transaksi dengan mobil juga. Kemudian Syahbudin menyusul Aditya dengan angkutan online berniat mengecek bungkusan narkotika yang dibawa Aditya, lalu saat menghitung jumlah bungkusan terdakwa Syahbudin ditangkap tim Bareskrim Polri yang sudah mengintainya. Tim Bareskrim Polri juga berhasil mengamankan Aditya dan Junaidi tidak jauh dari lokasi penangkapan, sedangkan terdakwa Chandra ditangkap dari hasil pengembangan.

Dari pemeriksaan di lokasi penangkapan, tim Bareskrim Polri mendapati barang bukti berupa 1 tas warna hitam berisi 15 bungkus sabu-sabu dalam kemasan teh tradisional China dengan berat total 15 kilo gram. (Irawan/453p)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *