Akibat Wabah Covid-19 Ada Belasan Ribu Pekerja Di Sektor Wisata Kepri Yang Terkena Dampaknya

Drs. BURALIMAR, M.Si Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau

Tanjungpinang, Lintastoday.com – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Drs.Buralimar, menyampaikan, terdapat sekitar 14 ribu pekerja sektor wisata di daerah itu yang terdampak COVID-19, terdiri dari pekerja industri travel, perhotelan, asosiasi pariwisata, hingga ekonomi kreatif.

“Para pekerja tersebut rata-rata terkena dampak dirumahkan oleh perusahaan atau tempat bekerja,” kata Buralimar di Tanjungpinang, Senin (10/8/2020).

Menurut Buralimar, permasalahan tiap-tiap pelaku maupun asosiasi pariwisata berbeda-beda sebagai akibat dari pengaruh pandemi COVID-19 ini.

Misalnya perhotelan, kata dia, hampir semuanya mengalami penurunan kunjungan wisatawan, baik dalam maupun luar negeri, sehingga perusahaan mengambil kebijakan buat merumahkan karyawannya.

Selain itu, ada beberapa hotel yang tetap beroperasi di tengah pandemi COVID-19. Namun, gaji karyawan yang tadinya dibayar penuh, terpaksa dipotong menjadi sebagian atau setengah dari gaji pokok.

“Ekonomi kreatif, seperti event organizer pun turut sepi permintaan buat penyelanggaran event-event keramaian, karena terkendala social distancing/jaga jarak,” sebut Buralimar.

Menurut Buralimar, yang paling terdampak dari awal kemunculan COVID-19 ialah usaha travel, karena sektor tersebut tidak punya pendapatan bulanan, tetapi berdasarkan orderan ,sejak mewabahnya COVID-19, orderan travel sepi dan mereka tidak punya pendapatan, alhasil jadi down, tuturnya.

Lebih lanjut, pihaknya tetap berupaya memberikan insentif kepada para pekerja tersebut melalui program-program, seperti bantuan sembako dan pelatihan pariwisata yang digelar di tiap kabupaten/kota di Kepri.

Kemudian, ada juga bantuan sembako dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terhadap 8.000 pekerja wisata terdampak COVID-19 di Kepri.

Ada pula program padat karya tunai untuk 500 pekerja wisata terdampak COVID-19.

“Memang program-program itu belum menyasar ke 14.000 pekerja dimaksud, karena kemampuan anggaran terbatas, tapi kita tetap mengupayakannya secara bertahap,” demikian Buralimar.

Penulis – King

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *