Terjadinya Kericuhan BBM Yang Membuat Warga Desa Kote Segel Kantor Desa

  • Whatsapp

Lingga — Lintastoday.com. Terjadinya kericuhan di Desa kote kecamatan Singkep pesisir yang di akibatkan kurangnya Kinerja Selaku kepala Desa kote terhadap Dampaknya BBM Minyak tanah sehingga masyarakat Desa Kote Menyegel kantor Desa tersebut.

“Informasi data di lapangan Kantor Desa Kote terkait penjelasan pembagian BBM Minyak tanah” Asisten ll Ekonomi Yusrizal menyampaikan terkait kericuhan BBM Minyak tanah yang mengakibat warga Desa Kote menyegel kantor Desa tersebut hanyalah di Karnakan kurang nya komunikasi kepala Desa kepada masyarakat sehingga terjadinya Kericuhan seperti ini disaat pembagian BBM Minyak tanah tersebut.

“Adanya perubahan terhadap BBM Minyak tanah tersebut Saya selaku Asisten Ekonomi kabupaten lingga sudah melakukan Musyawarah di setiap kecamatan yang ada kabupaten lingga ini,dalam musyawarah tingkat kecamatan  juga di hadiri kepala Desa dan pemilik Rekom BBM Minyak Tanah di wilayah Desa tersebut.

“Dengan adanya nya kejadian seperti ini yang mengakibat kan Masyarakat Desa Kote menyegel kan Kantor Desa sangatlah saya sesalkan terhadap kepala Desa setempat yang tidak menyampaikan kepada masyarakat dari Hasil musyawarah tingkat kecamatan terkaitnya perubahan Rekom BBM Minyak tanah tersebut.

“Dalam Hasil Musyawarah di setiap kecamatan tersebut Asisten ll Ekonomi Yusrizal menyampaikan,harga jual BBM Minyak tanah dari Agen penyalur pangkalan sebesar Rp.3.020 perliter,dan
Harga jual dari pangkalan ke pemegang surat rekom / pengecer Rp. 3.500/liter
Ongkos angkut dari pangkalan ke pemegang SR /pengecer Rp. 250 / liter dan Harga jual / harga enceran tertinggi
( HET ) pengecer ke masyarakat konsumen pengguna = rp. 4.150/liter.

“Mengenai jumlah liter per KK yang didapatkan masyarakat tergantung pada Jumlahnya KK rumah tangga pemakai BBM Minyak tanah tersebut seperti Jumlah KK Usaha Mikro,jumlah KK pemakaian Gas/Elpiji dan jumlah KK pelik usaha alat tangkap Kelong Api yang ada di Desa tersebut.

“Untuk bulan ini kita emng ada kekurangan jumlah kota Masuknya BBM Minyak tanah tersebut sehingga kita melakukan pengurangan 100 liter pada memilik rekom pengencer dari hasil musyawarah sebelumnya.

” Dari hasil awak media di lapangan senin pada tgl.27/07/2020 Vidio tersebut dengan tegas Asisten ll Ekonomi menyampaikan jika ada pengencer BBM Minyak tanah tersebut menjual dengan harga yang sudah di tentukan Rp.4.150 maka saya Ngak akan segan segan untuk mencabut pemilik rekom.Ucap Yusrizal sambil meninggalkan lapangan kantor Desa Kote.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *